http://infobalinews.com/AssetsSite/img/icon/Logo_Kiri20170914102329.png

Kapolres Jembrana Diwakili Kabag Sumda Menghadiri Dharma Santi Waisak 2563 BE/2019

  • Sabtu, 08-Juni-2019 (21:36) Kuliner putu@gmail.com

    Infobalinews - Polda Bali - Polres Jembrana, Pada hari Sabtun, tgl 08 Juni 2019 pukul 18.20 Wita,  bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Jln. Hasanudin No. 1 Kel. Dauhwaru Kec. Jembrana Kab. Jembrana telah dilaksanakan Dharma Santi Waisak 2563 BE/2019, dengan tema "Kita Jaga Kebersamaan Umat Dalam Memperkokoh NKRI".

     

    Dalam acara tersebut Kapolres Jembrana diwakili Kabag Sumda Kompol I Made Prihenjagat,SH, Menghadiri Dharma Santi Waisak 2563 BE/2019,dan hadir pula
    Bupati Jembqrana yg diwakili oleh Sekda Kab. Jembrana (I Made Sudiada, S.H.,M.H).
     Dandim 1617/Jembrana diwakili oleh Kasdim 1617/Jembrana (Mayor Inf Ngakan Made Marjana, S. Pd).
    Wakil Sekretaris Umum Walubi Provinsi Bali Pdt. DD I Ketut Gede Karyana Govinda, S.Pd, M.Ag).
    Kakan Kesbangpol Kab. Kab. Jembrana diwakili oleh Kasi Politik Dalam Negeri (IB Darma Santika Putra).
    Kakan Kemenag Kab. Jembrana (I Md Suarmita, S. Pd, S.Ag., M.M).
    Ketua FKUB Kab. Jembrana (I Komang Arsana, S.Pd) beserta anggota.
     Ketua Walubi Kab. Jembrana  (Romo I Ketut Sujono).
    Umat Bhuda se-Kab. Jembrana, dengan jumlah keseluruhan sekitar 250 orang.

    Kakan Kemenag Kab. Jembrana (I Md Suarmita, S. Pd, S.Ag., M.M) pada intinya puji syukur kita panjatkan kehadapan tuhan Yang Maha Esa atas terselengaranya kegiatan Dharma Santi Waisak  2563/2019 sebagai upaya untuk memupuk tali persaudaraan antar umat beragama,

    Wakil Sekretaris Umum Walubi Provinsi Bali (Pdt. DD I Ketut Gede Karyana Govinda, S.Pd, M.Ag) pada intinya menyampaikan,  Perayaan Suci Waisak merupakan sebuah momentum yang dilaksanakan oleh seluruh umat Budha di seluruh Indonesia, sebagai sebuah hari raya agama Budha yang bisa memberikan contoh yang positif kepada setiap orang.Contoh positif yang dapat diteladani adalah pengembangan cinta-kasih kepada setiap makhluk hidup yang wujudnya bisa berupa berdana membantu mereka yang membutuhkan, menjaga lingkungan sekitar dengan hidup sederhana atau perbuatan-perbuatan baik lainnya.

     Satu harapan besar dari hari Waisak tersebut adalah bahwa setiap manusia diharapkan dapat merenungi segala perbuatannya dan setiap saat selalu hidup dengan rasa cinta-kasih tanpa kebencian, seperti yang tertulis di dalam Dharma.
    Dalam acara Dharma Santi  Waisak 2563 BE/2019, dengan mengusung tema "Kita Jaga Kebersamaan Umat Dalam Memperkokoh NKRI",  demi menjaga kedamaian bagi bangsa dan negara Indonesia." Ujarnya

     Bupati Jembrana dalam sambutannya yg bacakan oleh Sekda Kab. Jembrana pada intinya , dengan Mengucapkan Puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa kita dapat hadir di sini dalam rangka Dharma Santi Waisak 2563 tahun 2019 dalam suasana penuh kedamaian dan persaudaraan.

    Atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana menyampaikan selamat hari raya Waisak 2563/2019 kepada saudara Umat Budha dan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H/2019 Minal Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir batin bagi umat muslim.

    Kehidupan Buddha Gautama tersebut meneladankan kepada kita bahwa semua perilaku baik demi kepentingan banyak orang yang dilakukan dengan ketulusan dan kesungguhan akan memberikan manfaat kepada kemanusiaan untuk masa yang sangat panjang serta memberikan pencerahan tentang kehidupan yang menunjukkan yang mengajak semua orang untuk berbuat kebajikan dan senantiasa peduli kepada umat manusia.

    Nilai-nilai kemanusiaan tersebut harus terefleksi dalam perilaku manusia sehari-hari bukan hanya untuk selalu membantu mereka yang menderita dan saling membahagiakan sesama, namun juga untuk membahagiakan semua makhluk ciptaan Tuhan  dengan menjaga kelestarian dan keseimbangan alam dan tindakan sifat rakus terhadap alam untuk memenuhi kepentingan diri sendiri.

    Nilai-nilai universal dari Dharma Sang Buddha Seperti yang saya katakan tadi sungguh penting arti bagi kita semua dalam membangun bangsa yang berdaulat Mandiri dan berkepribadian, tentu tidak semudah membalikkan tangan diperlukan perjuangan diperlukan pengorbanan dalam menempuh berbagai ujian dan cobaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Buddha Gautama.

    " Melalui dharmasanti waisak ini saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk senantiasa merenungkan kembali apa yang telah disampaikan Sang Budha dan menebarkan kebaikan kepada sesama dan saya mengajak seluruh umat agama di Jembrana untuk menjadikan dharmasanti Hari Suci Waisak ini sebagai momentum dalam membangun nilai-nilai luhur bangsa dan bersama semua anak bangsa untuk tetap menjaga sesanti yang ditulis dalam Kitab Sutasoma, Bhinneka Tunggal Ika - Tan Hana Dharma Mangrwa," jelas Sekda  kab.Jembrana membacakan sambutan Bupati Jembrana.