http://infobalinews.com/AssetsSite/img/icon/Logo_Kiri20170914102329.png

Peringati 1 tahun Tragedi Bom di Surabaya,Gereja St. Maria Tak Bercela dan Tokoh Lintas Agama Gelar Doa Bersama

  • Selasa, 14-Mei-2019 (09:00) Binkam lena@gmail.com

    INFOBALINEWS,Surabaya - Ratusan umat katolik menggelar peringatan setahun tragedi bom Surabaya di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. Senin (13/5/2019).

    Peringatan bertajuk 'Refleksi Peristiwa Iman 13 Mei 2018' tersebut, dikemas dengan agenda Misa Arwah yang dipimpin enam Romo, sejak pukul 18.00 WIB petang tadi. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukkan berbagai kesenian religi, meliputi seni peran, seni hadrah dan baca puisi. Semua, masih seputar nilai-nilai kemanusiaan.

    Sejumlah perwakilan dari instansi terkait turut menghadiri acara tersebut. Salah satunya, Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa peringatan satu tahun tragedi bom Surabaya kali ini, merupakan bagian dari komitmen bersama masyarakat Indonesia yang tak sekedar mengutuk aksi terorisme, melainkan juga sebagai bentuk perlawanan dan rasa tidak takutnya akan teror.

    "Kita bersama-sama hadir disini untuk mengingat kembali bahwa ada sesuatu kekuatan bersama. Ketika kita semua bersatu menyatakan bahwa kita tidak pernah takut terhadap teror," ujar Barung.

    Pihaknya yakin, bangsa Indonesia akan kembali bangkit usai mendapat serangan teror. Sehingga tujuan para teroris, tidak akan pernah tercapai. Hal itu, menurut Barung, lantaran segenap masyarakat serta berbagai tokoh agama bersama petugas kepolisian dan instansi terkait sepakat menentang aksi ini.

    Barung menegaskan, jajaran kepolisian akan senantiasa bekerja keras memberantas jaringan terorisme di tanah air. Meski kata dia, masih banyak hal-hal yang masih dirasa kurang.

    "Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, akan senantiasa menindaklanjuti hal-hal yang berkaitan dengan terorisme. Dan kita melihat bahwa apa yang dilakukan ini memang kita merasakan bahwa masih terjadi kekurangan di sana-sini," ungkapnya.

    Secara terpisah, Ketua panitia acara FX Ping Teja mengatakan, peringatan ini merupakan bagian dari tradisi umat Katolik dan pihak Gereja dalam mengenang sebuah peristiwa.

    "Peringatan itu termasuk satu tahun, kemarin juga 40 hari dan tujuh harian juga kita peringati," ujar FX Ping Teja di lokasi acara.

    Puncak acara Refleksi Peristiwa Iman 13 Mei 2018 diisi dengan acara doa bersama lintas agama. Para peserta acara diminta menyalakan lilin yang disediakan pihak penyelenggara. Acara makin khidmat, kala suasana sengaja dibuat gelap gulita karena lampu acara dipadamkan. Para hadirin, khususnya jemaat gereja nampak menundukkan kepala. Mereka terlihat khusyu mendengarkan lantunan doa yang dibacakan pemuka agama secara bergantian sesuai cara masing-masing.

    Pantauan dilapangan, bukan hanya pihak kepolisian yang hadir memenuhi undangan. Beberapa utusan lembaga terkait seperti dari Konjen Amerika untuk Surabaya, perwakilan Pemprov Jawa Timur dan perwakilan Pemkot Surabaya, TNI, tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghucu, juga hadir di acara ini.