http://infobalinews.com/AssetsSite/img/icon/Logo_Kiri20170914102329.png

Tragis, RS Kasih Ibu Saba Gianyar Hentikan Pengobatan Diduga Karena Pasien Tak Mampu Bayar

  • Minggu, 12-Mei-2019 (09:29) Info Layanan lena@gmail.com

    Obat Dihentikan, Wartawan Donny Parera Pasrah Kesakitan di RS Kasih Ibu Saba Gianyar

    INFOBALINEWS,Gianyar - Wartawan dari media Berita Fajar Timur, Donatus Minches Peso Parera (Donny Parera) mengaku kesakitan setelah pemberian obat dihentikan pasca menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Rumah Sakit Kasih Ibu (RSKI) Saba, Gianyar pada Rabu (8/5/2019) malam lalu.

    Selaku pihak keluarga, Maria Christina Dwi Cahyani, anak kandung Donny, Minggu (12/5/2019) pagi mengatakan, setelah pemberian obat dihentikan oleh pihak rumah sakit, ayahnya  sering mengeluh kesakitan di beberapa bagian tubuhnya.

    Ditanya tentang alasan pihak rumah sakit menghentikan pemberian obat, Maria mengaku kurang tahu.

    Namun berdasarkan informasi yang diterima media ini,pihak rumah sakit menghentikan pemberian obat,karena keluarga kesulitan membiayai tagihan pengobatan pasien tersebut.

    "Ketika awal masuk rumah sakit pada Rabu (8/5) malam, kami diberi tahu bahwa nanti biaya operasi dan lainnya, setidaknya berkisar Rp 20 jutaan. Kemudian melonjak jadi Rp 44 juta pada tanggal 10 Mei dan kemarin tanggal 11 Mei 2019 tagihan sudah mencapai Rp 45 juta lebih," jelas Maria kepada awak media.

    Namun masih menurut Maria,pihaknya hanya bisa menyediakan Rp 9 juta sebagai uang muka.

    Tanpa dapat menyembunyikan kesedihan, Maria kemudian mengatakan kalau ia dan keluarga sudah mengupayakan untuk memindahkan ayahnya ke Rumah Sakit Wangaya Denpasar, agar biayanya lebih terjangkau.

    Namun, peraturan rumah sakit mengharuskan keluarga pasien mesti lebih dulu melunasi pembayaran tagihan, baru boleh meninggalkan RSKI.

    "Kami tidak tahu lagi, kemana harus mengupayakan pembayaran sisa tagihan. Sedang kalau dirawat di RSKI terus, kami takut pembayaran nanti makin banyak,"keluh Maria.

     Masih dikatakan Maria,sekarang ayahnya masih sering mengeluh kesakitan dan tidak terawat di rumah sakit tersebut.

    " Kami tidak tega mendengar keluhan papa, yang mengaku luka bekas operasinya terasa sakit, karena memang sejak kemarin (Sabtu) sore, obat tertentu sudah dihentikan pemberiannya pada papa," ratap Maria anak Sulung Doni sambil menangis.

    Sementara itu, Plt Ketua Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Wilayah Bali, Tri Vivi Suryani ketika dihubungi terpisah mengatakan, hingga kini pihaknya masih mengupayakan jalan terbaik untuk dapat memindahkan Donny Parera dari RSKI ke RS Wangaya.

    "Kami tengah melakukan penggalian dana, untuk membayar tagihan atas nama rekan Donny Parera," ungkap Vivi

    Vivi juga menyayangkan kebijakan Rumah Sakit Kasih Ibu Saba Gianyar yang sepertinya tidak dapat memberikan toleransi terkait pasien yang kurang mampu.

    " Sungguh menyedihkan, pihak rumah sakit sama sekali tidak mau memberi kebijakan agar pasien diizinkan pindah tempat berobat sebelum melunasi tagihan,"ungkap Vivi.

    "Kami sudah menghubungi manajemen dan meminta kebijakan agar pasien bisa pindah, namun tidak dikabulkan," tambah Vivi

    Bila diizinkan pindah, kata Vivi, sisa tagihan pembiayaan akan dibayarkan maksimal 2 minggu ke depan, karena sejumlah rekan IMO kini tengah berupaya melakukan penggalian dana.

    Ia melanjutkan, penggalian dana dilakukan dengan 'door to door' kepada tokoh atau organisasi tertentu yang peduli.

    Seperti Flobamora, adalah satu organisasi yang telah menyatakan kesediaan untuk membantu berdonasi kemanusiaan untuk Donny Parera.

    "Intinya kami tidak akan berhenti berjuang untuk kesembuhan bagi saudara kami Donny Parera," ujar Vivi menegaskan.

    Ketika awak media mencoba menghubungi Ni Wayan Kariati selaku Manager on Duty RSKI untuk meminta konfirmasi, ternyata gagal berkomunikasi dengan yang bersangkutan.

    Berkali-kali ditelpon, yang bersangkutan tidak mengangkat.

    Untuk diketahui,Donny Parera yang sampai operasi pengangkatan ginjal bermula dari kecelakaan tunggal yang disebabkan oleh seekor anjing yang tiba - tiba menyeberang jalan dan membuat Donny jatuh.

    Donny yang saat itu bersama rekan sesama wartawan Vidi Simanjuntak, mengalami musibah di wilayah By Pass Masceti, Gianyar, pada Rabu (8/5/2019) sore.

    Mereka mengalami kecelakaan, setelah sepeda motor yang dikendarai kedua wartawan itu menabrak seekor anjing.

    Setelah insiden kecelakaan itu, keduanya ditolong warga dan dilarikan ke RSKI. Vidi mengalami sejumlah luka gores dan memar, namun tidak menjalani rawat inap di RSKI.

    Sementara, kondisi Donny sempat tidak sadarkan diri dan setelah menjalani sejumlah pemeriksaan medis, akhirnya diketahui kalau ginjalnya mengalami luka akibat benturan saat kecelakaan, sehingga harus dioperasi. ( red)