http://infobalinews.com/AssetsSite/img/icon/Logo_Kiri20170914102329.png

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K. Menghadiri Syukuran Hari Bhayangkara Ke-75 yang Dilaksanakan Secara Virtual di Aula Polres Jembrana

  • Kamis, 01-Juli-2021 (23:48) Kuliner admin

    Jembrana, infobalinews.com - syukuran hari Bhayangkara ke-75 dilaksanakan secara virtual yang dipimpin Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, dengan tema "Transformasi Polri Yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 Untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju".

    Polres Jembrana dalam syukuran hari Bhayangkara ke-75 dilaksanakan di Ruang Aula Polres Jembrana dan dihadiri oleh Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., Bupati Jembrana I Nengah Tamba, S.H., Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Hasrifuddin Haruna, S.Sos, Wakapolres Jembrana Kompol Marzel Doni, S.I.K., M.H., Kajari Jembrana Triono Rahyudi, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Negara Ni Wayan Wirawati, S.H., M.Si., dan Wakil Ketua DPRD Kab. Jembrana Wayan Suardika, Kamis (1/7) pkl 12.00 wita.

    Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam amanatnya pada intinya menyampaikan, secara historis, peringatan Hari Bhayangkara terkait erat dengan terbitnya Penetapan Pemerintah Nomor 11 tahun 1946 pada tanggal 1 Juli 1946, yang menetapkan bahwa Jawatan Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi jawatan tersendiri yang bersifat nasional yang langsung berada di bawah perdana menteri atau presiden selaku kepala pemerintahan. Kami bersyukur karena sampai dengan saat ini Polri tetap solid dan sinergi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Polri yang saat ini memiliki personel sebanyak 470.391 (empat ratus tujuh puluh ribu tiga ratus sembilan puluh satu) yang tersebar di 34 (tiga puluh empat) polda, 493 (empat ratus sembilan puluh tiga) polres, 4.872 (empat ribu delapan ratus tujuh puluh dua) polsek, dan 791 (tujuh ratus sembilan puluh satu) polsubsektor, bersama-sama dengan TNI dan stakeholder lainnya selalu menjadi garda terdepan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama dalam situasi global yang sedang dilanda pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Kapolri juga menyampaikan dalam amanatnya ,Sesuai dengan tema Hari Bhayangkara ke-75, yaitu “Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif”, maka Polri berkomitmen untuk melaksanakan setiap kebijakan dalam tatanan hidup baru di tengah pandemi Covid-19. Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara ke-75 kami fokuskan untuk peningkatan disiplin dan protokol kesehatan bagi masyarakat dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 serta menjaga kamtibmas yang kondusif. Berkenaan dengan itu, Polri tetap berkomitmen untuk berperan aktif dan bertindak tegas dalam penanggulangan permasalahan-permasalahan sebagai berikut,Dalam hal penyebaran Covid-19, dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara maksimal, pengamanan penyekatan jalur dalam rangka pemberlakuan larangan mudik lebaran tahun 1442H/ 2021M, serta mengawal dan mengakselerasi pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19,Gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok teroris di Papua/Poso/Palu dengan melakukan pengawasan dan penindakan tegas terhadap para pelakunya, kasus-kasus terorisme lainnya yang masih cukup masif terjadi di Indonesia, gerakan radikalisme/intoleransi yang semakin marak khususnya di tengah perkembangan teknologi digital dewasa ini.

    "Berbagai terobosan kreatif juga telah dikembangkan oleh jajaran Polri sesuai dengan dinamika dan tuntutan peradaban di era four point O (4.0) saat ini, antara lain :
    Pelayanan kepolisian berbasis IT seperti penerbitan SIM dan BPKB online, serta mengaktifkan kembali panggilan telepon 110 sebagai simbol layanan Polri dalam merespon secara cepat setiap komplain atau pelayanan kepolisian secara umum kepada masyarakat,
    Restorative justice dengan pemberian sanksi sosial terhadap pelaku tindakan-tindakan arogan atau menghina yang selama ini hanya diselesaikan melalui perjanjian resmi, dalam upaya untuk memberikan efek deteran (efek jera) terhadap pelaku maupun calon pelaku baru lainnya,
    Menjalankan kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Kapolri nomor SE2/II/2021 yang mengatur bahwa Polri akan mengedepankan keadilan dengan mengutamakan langkah mediasi terkait dengan kasus pelanggaran UU ITE. Polri tidak akan melakukan penahanan apabila dalam suatu kasus yang bukan termasuk ranah pidana dan pelaku telah meminta maaf," jelasnya. 

    Red.sw.