http://infobalinews.com/AssetsSite/img/icon/Logo_Kiri20170914102329.png

Kapolda Jatim Irjen Pol DR Nico : "Jangan sampai ada klaster pilkada yang nantinya akan menimbulkan persoalan baru"

  • Jumat, 27-November-2020 (08:43) Binkam lena@gmail.com

    SURABAYA - Pilkada serentak sudah diambang pintu. Begitu pula Jawa Timur yang di beberapa daerah Kabupaten/Kota juga turut dalam pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah.

    Untuk menyambut Pilkada ini Kapolda Jawa Timur Irjen Pol DR Nico Afinta didampingi Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo segera merapatkan barisan untuk pengamananya.

    Kamis malam (26/11/20), bertempat di Gedung Bharadaksa Polrestabes Surabaya,Kapolda Jatim yang belum genap sebulan bertugas di Polda Jatim ini menggelar pertemuan dengan Kapolrestabes Surabaya,Kapolres Tanjung Perak beserta seluruh Kapolsek Jajaran.

    Dalam pertemuan itu,Kapolda Jatim Irjen Pol Nico memerintahkan seluruh anggota Polda Jatim untuk tetap waspada dan menjalankan tugas Kepolisian dengan penuh tanggung jawab.

    Terlebih dalam menghadapi Pilkada serentak di tengah Pandemi Covid -19 dan berlanjut pada pengamanan libur Natal dan Tahun Baru.

    Untuk Pelaksanaan Pilkada Serentak yang akan diikuti oleh 19 Kabupaten/ Kota se-Jatim, Polda Jatim melakukan pemetaan wilayah di seluruh Jawa Timur,mulai dari tingkat kerawanan terjadinya konflik maupun kerawanan yang lain saat pelaksanaan pilkada berlangsung.

    Meski hingga saat ini di Jawa Timur tahapan Pilkada mulai dari pendaftaran pasangan Calon Bupati/ Walikota hingga proses kampanye terpantau lancar, aman dan kondusif,namun kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan Kamtibmas tetap ditingkatkan.

    Irjen Pol DR Nico meminta kepada seluruh anggota jajaran Polda Jatim guna mengantisipasi hal-hal yang terjadi di lapangan saat mulai kampanye, pencoblosan hingga penghitungan surat suara untuk melakukan pengamanan dengan menyiagakan personil, baik di Bawaslu, KPU, maupun tempat pemungutan suara.

    Pengamanan Pilkada serentak di Jatim, akan menerjunkan aparat gabungan mulai dari TNI/ Polri, Satpol-PP dan Linmas.

    Polda Jawa Timur akan menerjunkan 15.840 personil gabungan dengan Polres jajaran, sedangkan personil TNI akan diterjunkan sebanyak 5.445, sedangkan Satpol-PP sebanyak 1. 991 dan Linmas sebanyak 119.231 orang.

    Perlu diketahui, Pilkada tahun 2020 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana, saat pilkada tahun ini bersamaan dengan Pandemi Covid-19.

    Untuk itu Kapolda Jatim juga meminta semua pihak harus tetap mentaati Protokol Kesehatan (Prokes).

    "Jangan sampai ada klaster pilkada yang nantinya akan menimbulkan persoalan baru,"tegas Irjen Nico.

    Irjen Nico berharap semua peserta pilkada, mulai paslon, pendukung dan juga masyarakat hingga petugas PPK dan PPS yang ada TPS (Tempat Pemungutan Suara) bisa mematuhi prokes.

    "Hal ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang masih ada di Jawa Timur," tambah mantan Kapolda Kalsel ini.

    Untuk diketahui,Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020, akan diikuti oleh 19 Kabupaten/ Kota dengan rincian, 16 Kabupaten dan 3 Kota. Polda Jatim sendiri juga telah berkoordinasi dengan Bawaslu dan juga KPU terkait dengan tahapan-tahapan pilkada maupun persoalan pelanggaran pilkada yang terjadi di Jatim.

    Sementara itu untuk penanganan Covid -19 di Jawa Timur,Irjen Pol Nico akan terus berupaya dengan melakukan pencegahan penyebaran virus tersebut dengan tetap melakukan pendisiplinan protokol kesehatan.

    "Terkait penanganan Covid-19 di Jatim, khususnya Kota Surabaya akan terus kita lakukan, karena Covid-19 sampai saat ini masih di sekeliling kita,sehingga semuanya harus tetap waspada dan menjaga serta mematuhi Prokes,"pungkas Kapolda Jatim Irjen Pol Nico, Kamis (26/11/2020) malam. ( dw-1).