http://infobalinews.com/AssetsSite/img/icon/Logo_Kiri20170914102329.png

Bukan Tahanan Politik, 7 Orang Pelaku Kerusuhan di Jayapura Murni Kriminal

  • Rabu, 17-Juni-2020 (12:17) Binkam lena@gmail.com

    JAKARTA— Ada 7 orang warga Papua yang saat ini menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Balikpapan atas dugaan makar merupakan pelaku kriminal murni dan bukan tahanan politik.

    Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan Persnya di Jakarta,Rabo ( 17/6/20).

    “Mereka adalah murni pelaku kriminal yang mengakibatkan terjadi kerusuhan di Papua dan khususnya di Kota Jayapura,” kata Irjen Pol Raden Argo.

    Ditambahkan oleh Irjen Pol Raden Argo, akibat provokasi yang dilakukan oleh 7 pemuda asal Papua tersebut,banyak masyarakat Papua yang mengalami kerugian secara materiil maupun non materiil.

    Dijelas oleh Irjen Pol Raden Argo, kelompok-kelompok kecil yang menggelar aksi unjuk rasa sengaja menghembuskan isu bahwa ke-7 terdakwa makar itu merupakan tahanan politik.

    “Mereka jelas pelaku kriminal, sehingga saat ini proses hukum yang dijalani oleh mereka adalah sesuai dengan perbuatannya,” tegas Irjen Raden Argo.

    Alasan Kepolisian kata Irjen Pol Argo karena sejak awal Polisi sudah mengumpulkan bukti sehingga harus menjadikan para terdakwa sebagai pelaku makar.

    “Kami berharap penegakan hukum Papua tidak dianggap sebagai persoalan Politik, karena ini murni kriminal,” tegas Irjen Argo.

    Untuk diketahui,sebelumnya tujuh pemuda asal Papua diproses hukum karena diduga terlibat dalam aksi protes yang kemudian berujung kekerasan di Jayapura pertengahan tahun lalu.

    Proses hukum mereka kemudian berlanjut hingga ke persidangan di Pengadilan Negeri Balikpapan.

    Ke-7 terdakwa antara lain, mantan Ketua BEM Universitas Cenderawasih Ferry Kombo yang dituntut 10 tahun penjara, Ketua BEM Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Alex Gobay dituntut 10 tahun penjara, Hengky Hilapok dituntut 5 tahun penjara, dan Irwanus Urobmabin dituntut 5 tahun penjara.

    Kemudian Buchtar Tabuni dituntut 17 tahun penjara, Ketua KNPB Mimika Steven Itlay dituntut 15 tahun penjara, dan Ketua Umum KNPB Agus Kossay dituntut 15 tahun penjara.

    Dalam tuntutanya, ke-7 terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana makar, sebagaimana diatur dalam Pasal 106 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dalam surat dakwaan kesatu. ( red)